Hal Sepele yang Bisa Membuatmu Sulit Mendapat Pekerjaan

Jarang disadari banyak orang, ada beberapa hal terabaikan yang membuat kamu sulit memperoleh pekerjaan. Apa saja itu? Simak penjelasannya berikut ini.

Pernahkah kamu mengalami sebar CV dan surat lamaran kerja ke berbagai perusahaan, tapi kok belum ada panggilan? Atau, kamu selalu gagal dalam salah satu seleksi pekerjaan?

Tentu, kondisi seperti itu seringkali dialami banyak orang. Terutama para fresh graduate yang baru saja menyelesaikan bangku sekolah akademisnya.

Jika kamu pernah atau justru sedang mengalami kesulitan mendapatkan kerja, tak ada salahnya untuk mencermati beberapa hal sepele yang sering terabaikan namun justru bisa menjadi penyebab kamu sulit dapat pekerjaan.

Faktor Penyebab Sulit Mendapatkan Pekerjaan

Sebenarnya, ada beberapa faktor eksternal yang sering terlupakan oleh para pencari kerja. Padahal, faktor tersebut justru yang membuat kebanyakan kandidat sulit dapat kerja. Apa saja faktor-faktor tersebut. Berikut ulasannya :

1.      Minim Networking (Jaringan Kenalan)

Saat kamu sedang dalam masa mencari lapangan pekerjaan, networking menjadi aspek yang sangat penting.

Bukan tanpa alasan, networking atau jaringan di sini cenderung pada banyaknya kenalan. Jika kamu memiliki banyak kenalan maka secara otomatis potensi kamu mendapatkan informasi pekerjaan pun akan semakin berpeluang besar.

Oleh sebab itu, jika kamu sulit dapat kerja, kemungkinan kamu hanya terfokus pada loker yang sama. Padahal, di luar sana yang belum kamu ketahui, banyak lowongan kerja yang bisa kamu pilih.

Bisa jadi, kenalan kawan mu yang tahu info tersebut. Maka, memperluas jaringan perkenalan sangat penting untuk menunjang potensi kamu agar berpeluang mendapatkan pekerjaan yang sesuai bidang kamu.

2.      Komunikasi Kurang Memadai

Siapa sangka, meski kamu punya IPK tinggi namun kalau kemampuan komunikasi buruk maka kemungkinan kamu mendapatkan pekerjaan menjadi kecil.

Maka, tak heran kebanyakan kandidat yang melamar bisa lolos seleksi administrasi namun gagal saat memasuki sesi wawancara.

Kemungkinan terbesarnya jelas karena saat wawancara, kamu tak mampu berkomunikasi secara tepat saat ditanya atau diwawancarai oleh pihak HRD.

Padahal, dalam dunia kerja, komunikasi adalah aspek penting. Apalagi, jika bidang pekerjaannya adalah teamwork. Jelas, jika cara berkomunikasimu tak lolos yang terlihat dari wawancara maka potensi diterima akan semakin kecil.

3.      Tidak Menjaga Attitude saat Wawancara

Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, wawancara seringkali menjadi rintangan yang membuat banyak calon kandidat tak lolos seleksi.

Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya adalah karena kurang menjaga attitude atau kepribadian saat berhadapan dengan pihak HRD.

Perlu diingat, HRD sebagian besar adalah orang psikolog yang berpengalaman. Mereka ahli dalam mengamati setiap detail kandidat sebagai bahan penilaian untuk memutuskan diterima atau tidaknya bekerja.

Di antara sekian detail tersebut, faktor attitude adalah bagian yang menjadi prioritas pertimbangan bagi HRD.’

Jika saat memasuki ruangan wawancara kamu tak menunjukkan attitude atau sikap sopan yang tepat maka HRD pun sudah memiliki penilaian minus. Mengingat, kesan yang HRD dapatkan menunjukkan bahwa kandidat kurang memiliki sikap menjaga kepribadian.

Jadi, sebelum kamu memasuki sesi wawancara, sebaiknya cermati dan melatih diri untuk selalu menjaga attitude yang baik. Seperti bertingkah yang sopan, senyum, dan selalu memberikan respon lugas dan singkat saat ditanya pewawancara.

Aspek sepele namun sering terabaikan seperti ini lah yang membuat kamu sulit bisa memperoleh pekerjaan.

4.      Terlalu Polos Menjawab Pertanyaan Wawancara

Dalam menghadapi sesi wawancara, tentu perlu trik khusus. Bukan maksud berbohong, cenderung kepada bagaimana berdiplomasi secara profesional.

Hal ini seringkali dialami oleh para fresh graduate yang belum banyak pengalaman dalam menghadapi pewawancara.

Biasanya, mereka akan menjawab setiap pertanyaan yang diucapkan oleh HRD dengan jawaban polos.

Misalnya ketika ditanya “Berapa gaji yang diharapkan?” Kebanyakan pemula pasti akan bingung, atau justru mungkin akan menjawab gaji dengan nominal tinggi.

Tidak salah memang kalau memang itu yang diharapkan. Namun, sebagai calon kandidat yang profesional, soal-soal seperti itu harus kamu jawab dengan jawaban diplomatis. Yakni, dengan pemilihan kata yang sebanding.

Maksudnya, jika kamu ditanya soal gaji seperti itu, hendaknya jawab dengan rentang yang sesuai dengan UMR daerah.

Adapun untuk kamu yang berpengalaman kerja, kamu bisa menjual pengalamanmu sebagai poin tambahan bukan untuk membesarkan nominal gaji melainkan memperbesar peluang kamu diterima kerja.

5.      Kurang Memperhatikan Gaya Berpakaian

Pakaian yang kamu kenakan juga bisa memberikan kesan tersendiri bagi pewawancara.

Maka, sebaiknya kamu mengenakan pakaian formal yang sopan dan rapi untuk memberikan kesan bahwa kamu menganggap wawancara sebagai seleksi profesional, bukan sekedar ngobrol ngobrol.

Terkait soal pakaian yang kamu kenakan, tentu tak harus mahal. Yang penting bersih dan rapi.

Sebab, sebagaimana yang sudah disinggung sebelumnya, HRD biasanya sangat memperhatikan setiap detail dari kandidat yang melamar pekerjaan. Jika kesan yang diperlihatkan sudah buruk maka akan mengurangi citra HRD kepada kandidat tersebut.

Selain kelima aspek di atas, tak lepas pula bahwa sulitnya mendapatkan pekerjaan juga dipengaruhi dari pengalaman. Mengingat, saat ini kebanyakan perusahaan lebih cenderung mensyaratkan pengalaman daripada yang belum pernah memiliki pengalaman.

Lalu, solusinya apa? Jika kamu seorang fresh graduate yang tengah mencari kerja, kami bisa mengikuti program magang terlebih dahulu.

Tujuannya, untuk mendapatkan pengalaman dan sertifikat pengakuan yang nantinya bisa kamu jadikan bekal untuk melamar kerja di perusahaan.

Kandidat.id, Platform Terbaik untuk Para Pencari Kerja

Kandidat.id adalah salah satu platform berbasis digital yang ditujukan bagi para pencari kerja online sekaligus pemberi atau pembuka lowongan kerja.

Melalui Kandidat.id, proses rekrutmen maupun mencari loker akan lebih mudah. Karena, antara pencari (job seeker) dengan pemberi kerja (job vacancy) bertemu dalam satu platform.

Tak hanya itu, melalui platform Kandidat.id ini, ada banyak iklan lowongan pekerjaan dari beberapa perusahaan terpercaya. Sehingga, tak akan ada lowongan abal-abal atau loker penipuan.

Jadi, kamu tak perlu khawatir atau ragu mengingat kamu bisa memilih loker yang sesuai dengan minat atau keahlianmu.

Caranya cukup mudah. Kamu cukup tinggal download aplikasi KANDIDAT via Play Store. Lalu, registrasi atau daftar akun. Kemudian, Aktifkan membership kamu untuk menjelajah lebih dalam semua fitur pada aplikasi KANDIDAT

Setelah itu, kamu akan mendapatkan informasi lengkap seputar lowongan kerja melalui fitur yang ditampilkan pada aplikasi ini.

Jadi, kamu tak perlu lagi capek-capek cari ke sana kemari untuk mendapatkan info loker terbaru. Karena, dengan KANDIDAT, kamu hanya perlu membuka aplikasi maka ada ratusan loker yang bisa kamu jadikan pertimbangan.

Kandidat.id Pilihan Tepat dengan Ratusan Iklan Lowongan Terpercaya

Sementara itu di sisi lain, jika kembali lagi terkait soal hal-hal yang membuat kamu sulit mendapatkan pekerjaan tadi, tentu saja kamu akan lebih terbantu dengan platform Kandidat.id ini.

Karena, tanpa perlu banyak jaringan kamu bisa mendapatkan informasi loker terupdate.

Jadi, tunggu apalagi? Perlu platform yang bisa memudahkan dalam mencari lowongan kerja? Kandidat.id bisa menjadi solusi alternatif untuk kamu.