Awas Bisa Tuli! Hindari Penggunaan Headset Bluetooth Berlebihan

Semakin banyak anak muda yang menggunakan headset terlalu sering. Dari sebuah penelitian kesehatan, penggunaan headset bluetooth bisa mengancam kesehatan pendengaran. Selain gelombang suara, juga adanya radiasi yang memiliki efek negatif pada kesehatan.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO telah memberikan laporan bahwa ada sekitar 1,1 juta orang sangat beresiko kehilangan pendengaran. Untuk itu, Anda harus benar-benar berhati-hati ketika menggunakan headset.

Nah, apa saja bahaya yang mengancam ketika menggunakan headset terlalu sering?

  1. Tuli Akibat Kebisingan

Tuli akibat kebisingan ini disebut sebagai noise induced hearing loss (NIHL). Ternyata penyakit ini tidak hanya karena mendengarkan suara terlalu keras saja, namun juga akumulasi dari sering menggunakan suara yang keras juga sangat berpengaruh.

Kebiasaan mendengarkan musik dalam jangka waktu lama, bahkan hingga tidur akan lebih rentan. Sebuah penelitian dari Noise & Health membuktikan bahwa ada sekitar 10% dari 280 orang mengalami NIHL ini.

  • Suara Berdengung dalam Telinga

Resiko menggunakan headset dengan sembarangan juga bisa menyebabkan gangguan pada telinga yang berdengung. Gangguan ini dalam dunia kesehatan disebut tinnitus. Bahkan disebutkan dari penelitian penggunaan lebih dari 3 jam sehari akan sangat rentan mengalami gangguan ini.

  • Hiperakusis

Efek mendengarkan musik terlalu lama juga bisa berakibat pada gangguan ini. Dimana seseorang malah akan merasa lebih peka terhadap suara, bahkan dengan suara yang normal akan terdengar lebih keras. Tentunya hal ini pasti akan sangat mengganggu dalam berkomunikasi dan melakukan kegiatan lainnya.

  • Infeksi pada Telinga

Penggunaan headset akan cenderung menghalangi udara yang masuk ke dalam telinga. Hal ini bisa memicu perkembangan bakteri jahat, hingga membuat infeksi pada telinga.

Hal ini juga yang menyebabkan kotoran dalam telinga bisa menumpuk semakin banyak. Jika tidak sering dibersihkan akan berdampak negatif dan bisa merusak organ telinga Anda.

Jika infeksi terus terjadi bisa membuat telinga Anda mengalami luka, dan pastinya terasa nyeri. Rasa nyeri ini bisa terus terjadi jika tidak segera mengobatinya.

Karena itu, hindari untuk menggunakan headset dari orang lain, atau meminjamkan headset Anda kepada orang lain. Bakteri yang tertinggal di headset bisa berpindah dan membuat orang juga terinfeksi.

  • Sering Mengalami Pusing

Ketika menggunakan headset suara juga akan tertahan di dalam telinga, sehingga membuat tekanan di dalam telinga semakin besar. Hal ini cenderung membuat orang yang menggunakannya akan merasa pusing.

Selain karena tekanan yang kuat dalam telinga, kinerja otak juga akan terganggu. Rasa pusing ini bisa terus terjadi meski Anda sudah melepaskan headsetnya. Pemakaian yang terlalu lama menjadi pemicu utama rasa pusing ini.

  • Mengganggu Kinerja Otak

Terutama headset bluetooth yang banyak menyebabkan gangguan terhadap otak. Dimana gelombang elektromagnetik yang dihasilkan akan mempengaruhi kinerja otak cukup besar. Selain itu, juga adanya suara yang terlalu besar juga membuat otak kesulitan dalam merespon suara tersebut.

Apalagi gangguan gelombang ini langsung dekat dengan jaringan yang ada di otak. Padahal otak juga mempunyai batasan kekuatan untuk menahan gelombang elektromagnetik tersebut.

Pada dasarnya penggunaan headset yang wajar tidak akan mengganggu kesehatan pendengaran Anda. Karena itu, banyak perusahaan teknologi yang memperhatikan ini dan selalu memperingatkan pengguna headset melalui sistem dalam smartphone.

Hal ini terlihat ketika Anda memperbesar volume suara, kemudian akan muncul peringatan di HP Anda. Bahwa volume yang terlalu besar akan berbahaya pada pendengaran.

Jadi, gunakan headset bluetooth maupun yang biasa dengan sewajarnya saja. Sehingga Anda tetap menjaga kesehatan pendengaran dengan baik.